JURNAL  


1.PRIVASI ONLINE DAN KEAMANAN DATA

  Ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk memastikan bahwa perangkat lunak sosial baik melindungi privasi dan memungkinkan pengembangan kepercayaan.
  Pertama, pengembang sistem pada beberapa lembaga atau instansi yang mengelola informasi personal harus menerapkan pedoman atau semacam juklak atau SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk membatasi jumlah informasi pribadi yang dikumpulkan dan peran kebijakan privasi (privacy policy) yang membutuhkan pengungkapan jati diri pada dasar Must Know (apa saja informasi yang perlu diketahui), karena berdasarkan asumsi umum bahwa semua administrator pengelola informasi memiliki akses penuh ke data pengguna, sehingga ada kemungkinan untuk perlunya regulasi yang cukup ketat.
   Kedua, perlu dibangun kepercayaan (trust) ke dalam rancangan layanan Internet, baik melalui kegiatan rancang bangun pengelolaan suatu sistem yang lebih mengedepankan user
priority.
    Ketiga, jika memungkinkan, user diberikan pilihan mekanisme kontrol terhadap perlu tidaknya dalam mengungkapkan informasi pribadi dan penggunaannya. Pengumpulan informasi pribadi yang berlebihan, dan hilangnya kepercayaan, menimbulkan tantangan untuk mempertanyakan kembali manfaat dari internet, padahal semua pasti memaklumi internet merupakan tawaran teknologi dalam interaksi sosial yang kaya dengan konten yang beragam.
Keempat, selalu dikembangkan sikap skeptis dan kehati-hatian dalam setiap beraktifitas dan bertransaksi secara online, serta mampu bersikap realistis dan dewasa dalam bertindak sehingga informasi yang diberikan tidak sampai merugikan para user sendiri. Semoga.


2.Privacy Issues and Data Protection in Big Data: A Case Study Analysis under GDPR

   Makalah ini menyajikan implikasi dari perlindungan data undang-undang tentang proyek yang menangani data besar, dan dengan menggunakan dua studi kasus menganalisis bagaimana teknik pelestarian privasi bisa diterapkan. Hasilnya sangat berbeda. Dalam satu proyek, untuk mengurangi masalah privasi terkait pengumpulan dan pemrosesan data biometrik, peserta diminta untuk memberikan persetujuan. Selain itu, tidak ada masalah yang dihadapi selama data fase analisis.            Dalam proyek kedua, data dari yang sudah ada sumber data digunakan. Di sini, anonimisasi banyak data bidang diperlukan, membuat analisis data lebih menantang dan dalam banyak kasus terbatas. Sangat penting untuk berkomentar bahwa untuk proyek dan teknologi yang berhubungan dengan data sensitif a penilaian dampak perlindungan data harus dilakukan di tahap sangat awal dari proyek untuk mengidentifikasi potensi privasi tantangan, dan untuk mengadaptasi metode analisis dengan mempertimbangkan mempertimbangkan teknik pelestarian privasi.

3.INTERNET PRIVACY - AT HOME AND AT WORK

     Fokus tutorialnya adalah privasi internet di rumah dan di tempat kerja tempat. Tutorial ini memiliki tiga bagian utama: Latar Belakang Teknis, Privasi Di Rumah, dan Privasi Di Tempat Kerja. Bagian At Home membahas tentang pelanggaran privasi pribadi. Bagian ini menjelaskan siapa yang akan tertarik dengan pelanggaran privasi pribadi tujuan apa, dan bagaimana mereka akan mencapainya. Bagian At Home juga membahas teknik tentang cara menghindari pelanggaran privasi.
Bagian Di Tempat Kerja berkaitan dengan pengawasan karyawan. Topik dibahas termasuk siapa yang akan tertarik dalam pengawasan ini, untuk tujuan apa, dan bagaimana pengawasan ini akan dilakukan. Bagian At Work juga membahas konsep Kebijakan Penggunaan yang Dapat Diterima (AUP). Kedua bagian ini membutuhkan sedikit keahlian teknis untuk dapat dipahami bagaimana aktivitas internet dapat dimonitor. Bagian Latar Belakang Teknis dan Lampiran meninjau paradigma klien / server dari komputasi web, yang penting rincian Hypertext Transfer Protocol (HTTP), dan menyajikan tinjauan umum tentang Uniform Resource Identifiers (URIs). Konsep-konsep ini diperlukan untuk memahami bagaimana aktivitas Internet dapat dimonitor.